Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

pai@iainmadura.ac.id

Wasilatul Bariroh Raih Predikat Wisudawan Terbaik Prodi PAI pada Wisuda Sarjana ke-42 UIN Madura

  • Diposting Oleh Admin Web Prodi PAI
  • Sabtu, 18 April 2026
  • Dilihat 170 Kali
Bagikan ke

Pamekasan, 18 April 2026 — UIN Madura menyelenggarakan Wisuda Sarjana ke-42 dan Magister ke-22 sebagai momentum peneguhan capaian akademik sekaligus kesiapan lulusan memasuki ruang pengabdian. Dalam suasana khidmat tersebut, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) kembali menunjukkan kualitas lulusannya melalui capaian wisudawan terbaik.

Wisudawan terbaik Prodi PAI periode ini adalah Wasilatul Bariroh (NIM: 2138102114) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,72. Lahir di Pamekasan pada 06 Maret 2003, ia merupakan putri dari Bapak Drs. M. Amir Kosim dan Ibu Zainiyah, S.Ag. Sepanjang menempuh pendidikan, Wasilatul Bariroh mengikuti proses akademik secara terarah dan terlibat dalam kegiatan yang mendukung pengembangan diri.

Dalam pernyataannya, Wasilatul Bariroh menyampaikan bahwa capaian ini merupakan amanah yang ia persembahkan untuk kedua orang tua serta seluruh sivitas akademika UIN Madura, khususnya Prodi PAI. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi instrumen kebermanfaatan yang luas, serta memotivasi generasi berikutnya untuk terus melampaui batas capaian yang ada. Ia juga menegaskan bahwa memilih Prodi PAI adalah langkah strategis dalam membangun masa depan yang bernilai.

Ketua Program Studi PAI, Bapak Abd. Mannan, M.Pd.I, menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan titik awal tanggung jawab baru dalam kehidupan nyata. Mengingatkan pesan Rasulullah tentang pentingnya memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara, beliau menekankan bahwa keberhasilan lulusan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi dari kemampuan mengaktualisasikan ilmu secara nyata dan berdampak. Karena itu, beliau mendorong para lulusan untuk menjaga integritas, memperkuat daya juang, serta tidak menunda langkah dengan alasan “masih sempat”. Dunia kerja, menurutnya, menuntut ketegasan dan keberanian bertindak. beliau berharap para lulusan terus bertumbuh, tidak cepat puas, serta menjadikan ilmu sebagai sarana memberi manfaat, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat luas.

Wisuda mengingatkan bahwa setiap akhir sesungguhnya adalah awal yang lain. Ilmu yang telah diraih menemukan maknanya ketika dihadirkan dalam kehidupan, diuji oleh realitas, dan diwujudkan dalam kebermanfaatan. Di sinilah perjalanan sesungguhnya dimulai bukan hanya untuk menjadi berhasil, tetapi juga untuk menjadi bermakna.(AdminPAI)