Prodi PAI FTIK UIN Madura Gelar Visiting Lecture Menyoroti Adaptasi Pembelajaran di Era Digital
- Diposting Oleh Admin Web Prodi PAI
- Selasa, 21 April 2026
- Dilihat 95 Kali
Pamekasan, 21 April 2026 – Bertepatan dengan momentum Hari Kartini, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Madura menyelenggarakan kegiatan ilmiah berupa Visiting Lecture (Dosen Tamu) dengan tema “Multiple Intelligence di Era Digital: Adaptasi dan Relevansi Psikologi Belajar di Abad 21”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, Ibu Nur Afifah Khurin Maknin, S.Pd.I., M.Kes., dosen Universitas Muhammadiyah Malang.
Lebih dari 100 mahasiswa semester IV Prodi PAI mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Sejak awal, suasana berlangsung khidmat dan tertata. Acara dipandu oleh saudari Qonita Adila Sifa, diawali dengan pembacaan basmalah, lalu dilanjutkan dengan lantunan sholawat oleh saudari Siti Nailul Kautsar. Kekhidmatan tersebut semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan semangat nasionalisme.
Ketua Program Studi PAI, Bapak Abd. Mannan, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan dosen tamu ini merupakan bagian dari strategi akademik untuk memperluas cakrawala berpikir mahasiswa. Beliau menekankan bahwa proses pembelajaran tidak cukup hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi perlu diperkaya melalui interaksi dengan praktisi dan akademisi yang memiliki pengalaman langsung di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih utuh terkait proses belajar, karakteristik peserta didik, serta strategi pembelajaran yang efektif dalam konteks pendidikan Islam. Tegasnya.
Memasuki sesi inti, kegiatan berlangsung secara interaktif di bawah panduan ibu Emna Laisa, M.Pd.I dosen pengampu mata kuliah Psikologi Belajar semester IV yang berperan sebagai moderator. Dalam suasana tersebut, Ibu Nur Afifah Khurin Maknin, S.Pd.I., M.Kes., memaparkan berbagai fenomena aktual di dunia pendidikan, termasuk kecenderungan penurunan karakter peserta didik yang tampak dari melemahnya sikap hormat terhadap guru.
Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan pentingnya pendekatan Multiple Intelligences yang mencakup sembilan jenis kecerdasan yang meliputi linguistic, logical-mathematical, visual-spatial, bodily-kinesthetic, musical, interpersonal, intrapersonal, naturalist, serta existential/spiritual intelligence. Pendekatan ini dinilai relevan dalam menjawab tantangan pembelajaran di era digital yang menuntut strategi yang adaptif, variatif, dan berpusat pada peserta didik.
Dalam upaya memperdalam pemahaman peserta, saudari Alfia Fina Shabira salah satu peserta mengajukan pertanyaan terkait pemanfaatan media digital agar tidak hanya mengembangkan aspek akademik, tetapi juga aspek emosional dan sosial peserta didik. Sebagai respon jawaban dari pertanyaan tersebut, Ibu Afifah menekankan pentingnya penggunaan media pembelajaran yang beragam serta penerapan desain pembelajaran berdiferensiasi sebagai upaya mengakomodasi kebutuhan dan potensi peserta didik secara menyeluruh.
Kegiatan Visiting Lecture ini berlangsung dengan lancar dan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami dinamika psikologi belajar di era digital secara lebih utuh. Bertepatan dengan Hari Kartini, momen ini terasa seperti pengingat bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu memberi ruang bagi setiap individu untuk tumbuh sesuai potensinya. (AdminPAI)